RMOL. Gelaran debat capres yang dilangsungkan Minggu malam kemarin dinilai mempertontonkan adu argumentasi yang lebih menarik.
Menurut pengamat politik Ubedilah Badrun, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan moderator debat tentang tema pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial nampak lebih fokus.
Dari jawaban para calon presiden tentang konsep ekonomi yang diusung, kedua capres memiliki perbedaan kemampuan.
"Prabowo nampak menguasai konsep besar ekonomi kerakyatan dan menguasai data-data ekonomi. Sementara Jokowi kurang menguasai konsep besar ekonomi berdikari, tetapi lebih menunjukkan pengalamannya memimpin Solo dan Jakarta. Ini terlihat saat Jokowi dua kali menunjukkan kartu sehat dan kartu pintar," beber Ubedilah saat dihubungi, Senin (16/6).
Begitu pula dalam hal strategi, kedua capres memiliki perbedaan strategi debat. Prabowo misalnya, nampak spontan memberikan pertanyaan tanpa pretensi untuk menjatuhkan lawannya. Tetapi, pertanyaan-pertanyaan Jokowi nampaknya sudah disiapkan oleh tim, dan terdapat hasrat untuk menjatuhkan. Terutama pertanyaan seputar DAU, DAK maupun TPID.
Pertanyaan Jokowi terkesan menjebak sementara jawaban Prabowo spontan, rileks dan sisi sportifitasnya muncul bahwa ia tidak perlu harus sok tahu untuk sesuatu yang tidak diketahuinya," jelas Ubedilah.
Karena itu, dia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai sosok dua capres yang ada sebelum menentukan pilihan pada 9 Juli. Apakah hanya sekedar pencitraan atau sudah sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Pada akhirnya rakyat memiliki logikanya sendiri untuk memilih," imbuh Ubedilah yang juga akademisi Universitas Negeri Jakarta. [zul]
sumber : rmol
Ikuti @CfDownload
Tweet
Politik
Monday, June 16, 2014


0 Response to "Dijebak Jokowi, Prabowo Tetap Lebih Kuasai Ekonomi Kerakyatan"
Post a Comment
Berita Top One 1 Hanya Membutuhkan Komentar Yang Berkulitas Tidak Spam