RMOL. Prabowo Subianto berjanji akan melanjutkan program pemerintahan SBY jika terpilih menjadi presiden nanti. Namun di sisi lain, Prabowo juga menyentil pemerintahan SBY dengan cukup keras. Dalam debat capres kemarin malam, Prabowo menyebut telah terjadi kebocoran kekayaan negara sekitar Rp 1.000 triliun setiap tahun.
Orang dekat Prabowo, Fadli Zon, menampik anggapan Prabowo inkonsisten. Prabowo cuma mengkritisi, tapi juga mau melanjutkan. Menurut Fadli, ucapan Prabowo itu adalah untuk membangun Indonesia lebih baik.
"Ya, kalau ada kekuarangan harus kita perbaiki. Sedangkan untuk yang bagus-bagus, kita lanjutkan,” ucap Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini kepada Rakyat Merdeka Online, malam ini (Senin, 16/6).
Yang dimaksud kebocoran oleh Prabowo, kata Fadli, adalah penggabungan dari sektor penerimaan negara dan belanja negara. Untuk penerimaan, kebocoran terjadi mulai dari sektor migas, mineral, sampai pajak. Sedang untuk sektor pengeluaran, kebocoran itu terjadi di sektor subsidi, bansos, dan inefisiensi seperti banyaknya kunjungan ke luar negeri. Jika digabung, kebocoran itu mencapai Rp 1.000 triliun setiap tahun.
Angka ini, lanjut Fadli, sangat rasional. Sebab, banyak pengamat yang menyatakan selama ini terjadi kebocoran anggaran antara 20 sampai 30 persen.
“Ini terjadi sudah lama. Sejak jaman Pak Harto, menurut Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, telah terjadi kebocoran sebesar 30 persen. Jadi, ucapan Pak Prabowo itu bukan hiperbola,” ucapnya.
Kalau Prabowo memimpin, Fadli memastikan kebocoran ini akan ditutup. Cara dengan meningkatkan potensi pendapatan dan melakukan efisiensi belanja. “Misalnya, untuk subsidi dan bansos harus lebih tepat sasaran,” tandasnya. [zul]
sumber :rmol
Ikuti @CfDownload
Tweet
Politik
Monday, June 16, 2014


0 Response to "Fadli Zon: Kebocoran Anggaran Negara Terjadi Sejak Zaman Pak Harto"
Post a Comment
Berita Top One 1 Hanya Membutuhkan Komentar Yang Berkulitas Tidak Spam