RMOL. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi lahan area jelajah Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar silang Monas, Jakarta Pusat.
PKL diimbau hanya menjajakan dagangan di tempat yang telah disediakan Pemda, yakni di kawasan IRTI Monas.
"Enggak ada toleransi buat PKL lagi. Selama-lamanya. Sudah enggak ada urusan. PKL kita cuma toleransi di IRTI," ujar Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (16/6).
Menurut Basuki, ada oknum yang dia sebut sebagai 'bos' yang mengkoordinir PKL di Monas. Para oknum ini tak hanya mendatangkan PKL dari Jakarta saja. Dari perhitungan Basuki, terdapat sekitar 7 ribu PKL yang mendiami kawasan Monas.
"Bos-bos bajingan ini yang kurang ajar datengin orang. Itu Monas tuh lebih dari 7.000 PKL. Apa itu PKL dari Jakarta semua? Enggak, dibawain sama bosnya, dimainin," tuding Basuki.
Pria yang akrab disapa Ahok ini berjanji melakukan pembina terhadap ribuan PKL di Monas. Sehingga tidak menimbulkan ke semrawutan di kawasan tugu kebanggan masyarakat Indonesia itu.
Ahok mempercayakan penertiban PKL ini kepada Walikota Jakarta Pusat, Saefullah.
"Kita suruh tes nanti. Suruh Pak Saefulloh beresin. Kita masih punya banyak event ini di HUT ini. Enggak boleh lagi PKL masuk," tandasnya. [zul]
sumber : rmol
Ikuti @CfDownload
Tweet
Politik
Monday, June 16, 2014


0 Response to "Ahok Tak Bisa Toleransi PKL Jualan di Monas Lagi"
Post a Comment
Berita Top One 1 Hanya Membutuhkan Komentar Yang Berkulitas Tidak Spam